Invest Money

Sponsors

Pages

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Dewasa. Show all posts

Jun 12, 2012

KEPUTIHAN – Pahami, Kenali, Obati !

Keputihan adalah suatu hal yang tidak asing lagi bagi para ibu dan remaja putri. Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat tercatat bahwa 75% wanita pernah mengalami keputihan. Hal ini berarti 3 dari 4 wanita pasti pernah keputihan!
Mengapa demikian? Apa sebenarnya keputihan itu?

APA ITU KEPUTIHAN?
Keputihan bisa dikenali dengan keluarnya lendir dari saluran reproduksi wanita. Secara umum, lendir yang keluar dari vagina ada 2 macam, yaitu lendir alamiah dan lendir yang tidak normal. Lendir yang tidak normal umumnya terjadi karena kondisi tubuh yang sedang tidak sehat, seperti terkena infeksi atau gangguan organ reproduksi wanita. Keputihan juga sering terjadi menjelang dan sesudah menstruasi. Hal ini terjadi karena adanya perubahan-perubahan hormonal pada waktu menstruasi. Apabila keputihan menjelang dan sesudah menstruasi dirasakan sangat mengganggu, pengobatan perlu dilakukan.

Bila lendir berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, jumlahnya tidak berlebihan dan tidak disertai rasa gatal – jangan khawatir karena lendir ini adalah lendir alamiah. Tubuh dibekali lendir alamiah sebagai pelindung terhadap gesekan dinding vagina saat beraktifitas, menjaga kelembaban vagina dan sebagai lubricant saat berhubungan seksual.

Namun apabila lendir dirasakan tidak normal –seperti berbau, berwarna, keluar dengan jumlah yang sangat banyak dan disertai rasa gatal– itu adalah suatu tanda ketidak normalan di dalam tubuh. Mari kita bahas lebih dalam tentang keputihan yang tidak normal.

PENYEBAB KEPUTIHAN
Secara umum, keputihan disebabkan oleh 3 macam mikroorganisme, yaitu:
1. Keputihan karena bakteri
2. Keputihan karena jamur
3. Keputihan karena Trichomonas vaginalis (sejenis bakteri tetapi dikategorikan tersendiri karena gejala dan terapinya berbeda dengan keputihan bakteri pada umumnya).

Catatan Penting!

Bakteri dan jamur adalah ‘penghuni alamiah’ vagina, biasa disebut sebagai flora normal vagina. Pada wanita sehat pun, bakteri dan jamur hidup di vagina dengan jumlah yang seimbang. Apabila jumlahnya tidak seimbang akan terjadi keputihan.
• Bila jamur lebih banyak dari bakteri – akan terjadi keputihan karena jamur.
• Bila bakteri lebih banyak dari jamur – akan terjadi keputihan karena bakteri.
Pembahasan lebih dalam tentang flora normal vagina dan bagaimana flora normal dapat menimbulkan penyakit akan dilanjutkan di edisi yang akan datang.

KEPUTIHAN KARENA BAKTERI

Bakteri yang paling sering menyebabkan keputihan adalah Escherichia coli (E. coli).
E. coli adalah salah satu penghuni alamiah vagina, yang berarti E. coli tetap ada di tubuh wanita sehat. E. coli akan menyebabkan keputihan bila jumlahnya melebihi
normal.

Selain dari dalam tubuh sendiri, E. coli dapat berasal dari luar, yang masuk ke tubuh dengan dipengaruhi oleh:
• Faktor higinitas atau kebersihan daerah reproduksi.
• Air kamar mandi yang kurang terjaga kebersihannya.
• Penggunaan ’WC duduk’ yang tidak bersih.
• Membersihkan daerah reproduksi dari ’arah belakang ke depan’ yang memungkinkan bakteri dari ‘belakang’ terbawa ke ‘depan’.

Ciri-ciri keputihan yang disebabkan oleh bakteri adalah:
• Lendir berwarna putih keabu-abuan,
• Beraroma amis,
• Disertai rasa gatal.

Keputihan karena bakteri dapat diterapi dengan antibiotik / antibakteri. Antibiotik yang direkomendasikan oleh WHO untuk keputihan jenis ini adalah golongan CLINDAMYCIN 300mg. Antibiotik golongan CLINDAMYCIN 300mg tersedia di apotek dengan merk beraneka macam. Harap berkonsultasi dengan apoteker untuk menggunakan antibiotik ini.

KEPUTIHAN KARENA JAMUR

Jamur juga merupakan salah satu penyebab keputihan. Tapi jangan dibayangkan jamurnya seperti jamur merang lho... Jamur penyebab keputihan adalah Candida albicans yang berukuran sangat kecil, hanya bisa dilihat dilihat dengan mikroskop. Yang terlihat dengan mata telanjang hanyalah cairan berwarna putih (seperti susu) yang merupakan sisa metabolisme jamur ini.

Seperti halnya bakteri, jamur juga merupakan flora normal vagina. Jadi, di dalam wanita sehat pun terdapat jamur jenis ini. Jamur Candida albicans akan menimbulkan penyakit bila jumlahnya melebihi batas normal.

Di alam bebas, jamur Candida albicans banyak terdapat di air yang menggenang dalam waktu yang lama. Selain dari genangan air yang lama, jamur penyebab keputihan ini akan tumbuh semakin banyak dengan dipengaruhi oleh:
1. Gaya hidup, seperti penggunaan celana panjang yang terlalu ketat. Celana panjang yang terlalu ketat
akan membatasi pergerakan sehingga kulit di daerah vagina bisa teriritasi dan menjadi ‘jalan masuk’ jamur Candida albicans ini.
2. Penggunaan sabun kewanitaan yang pH-nya tidak seimbang.
o Bila suasana vagina terlalu asam, maka jamur akan tumbuh lebih cepat,
o Bila suasana vagina terlalu basa, maka bakteri akan tumbuh lebih cepat.
3. Pemilihan celana dalam dengan bahan yang tidak menyerap keringat. Kesalahan pemilihan bahan celana dalam akan mengakibatkan lingkungan vagina menjadi lembab. Bila lingkungan vagina terlalu lembab, jamur akan lebih cepat tumbuh dan dapat mengakibatkan keputihan.

Ciri-ciri keputihan yang disebabkan oleh jamur adalah:
• Lendir berwarna putih (seperti susu),
• Tidak beraroma,
• Disertai rasa gatal yang hebat.

Terapi untuk keputihan yang disebabkan oleh jamur dilakukan dengan obat-obatan antifungal / antijamur. Anti jamur yang terpercaya keputihan karena jamur adalah golongan FLUCONAZOLE 150mg dan ITRACONAZOLE 100mg. Harap berkonsultasi dengan apoteker untuk menggunakan antifungal ini.

KEPUTIHAN KARENA TRICHOMONAS

Bila dilihat dari gejala dan cara penularannya, keputihan yang disebabkan oleh Trichimonas vaginalis adalah keputihan yang paling berbahaya. Keputihan jenis ini termasuk dalam salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS). Namun begitu, keputihan yang jenis ini dapat juga ditularkan melalui peralatan mandi dan WC duduk yang sudah terkontaminasi.

Untuk mengenali keputihan jenis ini dapat dilakukan dengan mengamati lendir yang keluar dari vagina. Ciri-ciri keputihan yang disebabkan oleh Trichomonas adalah:
• Lendir berwarna kuning atau kehijauan,
• Lendir berbuih (seperti air liur),
• Beraroma amis,
• Disertai rasa gatal yang hebat hingga nyeri.

Keputihan jenis ini umumnya diterapi dengan kombinasi antibiotik dan antijamur, yaitu Metronidazole 500mg dikombinasikan dengan Nystatin 10.000 iu. Harap berkonsultasi dengan apoteker untuk menggunakan obat ini.

KESIMPULAN dan SARAN
1. 3 dari 4 wanita mengalami keputihan karena bakteri / jamur penyebabnya hidup secara alamiah di vagina (flora normal). Yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan vagina agar salah satu dari bakteri atau jamur tidak tumbuh berlebihan dan menyebabkan keputihan.
2. Apabila lendir yang keluar dari vagina tidak normal (warna dan aromanya), segera kenali penyebabnya, dan berkonsultasilah dengan apoteker / dokter untuk pengobatannya.
3. Untuk pencegahan keputihan, perhatikan hal-hal berikut ini:
• Perhatikan kebersihan diri dan lingkungan.
• Perhatikan gaya hidup, hindari penggunaan celana panjang yang terlalu ketat dan bahan celana dalam yang tidak menyerap keringat.
• Biasakan untuk membasuh vagina dengan cara yang benar, yaitu dengan gerakan dari depan ke belakang. Cuci dengan air bersih setiap buang air dan mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga vagina dalam keadaan kering.

[Sumber: Original Article by Banu Aji]

Minum Obat dengan Susu... Bolehkah?


'Eh, minum obat jangan bareng sama susu' Kenapa memangnya?

Dasar minum obat
Yang dimaksud dengan 'minum obat' adalah menggunakan obat dengan melewati saluran perncernaan. Selain melewati saluran perncernaan, obat juga dapat digunakan melalui saluran pernafasan (inhalasi), dioleskan (topikal), diteteskan di mata (opthalmic), dan lain sebagainya.

Setelah obat diminum, obat akan mengalami beberapa tahapan / fase hingga akhirnya diserap di saluran pencernaan; mayoritas terjadi di usus halus. Setelah diserap, obat akan diedarkan melalui darah ke seluruh tubuh hingga mencapai jaringan yang dikehendaki dan menimbulkan efek.

Penyerapan dan Sifat Kimiawi Obat
Zat yang membuat obat dapat 'bekerja' adalah komponen kimiawi yang khas di setiap obat. Di tubuh, bila komponen kimiawi obat ini bertemu dengan 'target' maka efek yang diharapkan akan terjadi.

Sebagai zat kimia, obat dapat berinteraksi dengan zat kimia lain yang ada di dalam tubuh (yang berasal dari makanan, minuman, asam lambung, dll). Interaksi zat kimia obat dengan zat kimia lain ini dapat memmperkuat kerja obat atau justru menghambat kerja obat.
Bila reaksi kimia ini memperkuat kerja obat, pemberian obat harus berhati-hati agar tidak timbul reaksi yang berlebihan / tidak diinginkan. Bila reaksi kimia bersifat menghambat kerja obat, maka efek yang diharapkan dari obat dapat bisa sulit didapatkan.

Reaksi Antara Obat dan Susu
Tidak semua obat berinteraksi dengan susu. Salah satu komponen obat yang berinteraksi dengan susu adalah Kalsium. Kalsium banyak ditemukan sebagai kandungan alami susu.

Bila Kalsium dalam susu berinteraksi dengan senyawa Tetrasiklin (dan turunannya) maka Kalsium akan mengikat senyawa Tetrasiklin sehingga penyerapannya di dalam tubuh akan terganggu.

Bagaimana jika Minum Obat dengan Teh atau Kopi?
Seperti disampaikan di atas, zat kimia obat dapat berinteraksi dengan zat kimia lain. Minuman seperti teh dan kopi mengandung zat kimia seperti kafein, dll. Disarankan agar meminum obat dengan menggunakan air putih.

Saran
Untuk memastikan agar obat yang diminum menibulkan efek dengan baik, disarankan agar menanyakan kepada Apoteker atau Dokter sebelum mengkonsumsi obat.

Sumber : Original Article by Banu Aji

Andropause - Menopause pada Pria

Sst..tahu ga sih…cowok ternyata bisa menopause, lho…
Nah, baru tahu kan…makanya buruan simak tulisan berikut ini….

AndropauseAndropause memiliki banyak nama antarab lain: sindroma andropause, PADAM (Partial Androgen Deficiency in the Aging Male), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in the Aging Male), menopause pada pria, climacterium pada pria, viropause, adrenopause, somatopause.

Definisi
Kumpulan gejala, tanda, dan keluhan pada pria yang mirip menopause.

Epidemiologi
Andropause umumnya dimulai pada usia 40-60 tahun.

Penyebab
Faktor lingkungan, berupa: pencemaran/polusi lingkungan, pengaruh bahan kimia (termasuk bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, diet, pola makan.

Faktor organik, yakni perubahan hormon, seperti: testosteron, DHEA (dehydroepiandrosteron), DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat), melatonin, GH (Growth Hormone), IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1), prolaktin.

Faktor psikogenik, misalnya: stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut: tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati).

Gejala Klinis
Terjadi perubahan mental dan psikis (psikologis), bisa berupa kelelahan mental, seperti: mudah lupa, perasaan tanpa gairah, merasa kurang energi, sering mengantuk, mudah tersinggung, berkurangnya refleks dan kesiagaan.

Terjadi penurunan fungsi fisiologis, seperti: berkurangnya libido (hasrat seksual), perubahan tingkah laku seksual, berkurangnya ketajaman mental/intuisi, berkurangnya kemampuan ereksi.

Terjadi perubahan tingkah laku, seperti: berusaha berpenampilan muda, rasa takut yang berlebihan akan menurunnya kesehatan, pencegahan atau pengobatan berlebihan, petualangan seksual. Dapat disertai berbagai keluhan, misalnya: depresi, tidak tenang, tidur gelisah, tidak enak badan, cemas, suasana hati sering berubah-ubah, takut sakit, takut mati, takut kehilangan (status sosial, respek dari kolega, kontrol diri), merasa tidak mampu (bekerja, olah-raga, berprestasi), tertidur setelah makan malam, kekuatan dan ketahanan otot menurun, tinggi badan berkurang, sedih dan/atau uring-uringan, berkurangnya kenyamanan dan kesenangan hidup (tidak bisa lagi menikmati hobi, tidak suka bepergian, tidak suka lagi menonton film). Juga terjadi perubahan hormonal yang harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.

Terapi
Dukungan psikologis, pemberian multivitamin (terutama vitamin E dan D), pemberian tambahan kalsium. Jika terjadi penipisan rambut atau kebotakan, dapat diberi: minoxidil, tretinoin, finasteride, 17α-estradiol konsentrasi 0,025%. Pada penurunan libido maka atas petunjuk dokter, dapat diterapi dengan hormon testosteron, pemberian substitusi hormonal atau HRT (hormone replacement therapy), subtitusi hormon (testosteron, DHEA, melatonin, GH, dan IGF-1).

Pencegahan
Lingkungan perumahan yang tenang, nyaman, tempat tinggal yang "memadai". Mengutamakan keselamatan kerja jangka panjang, yaitu keselamatan dari efek samping penggunaan bahan kimia dan logam beracun dalam proses industri, bahan pengawet, debu atau partikel dalam industri, bahan beracun lain seperti: pestisida, insektisida, herbisida, dsb. Menghindari paparan polusi udara, seperti: polusi yang diakibatkan pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, "pembakaran hutan", asap rokok. 

Menghindari makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Mereka/menulis ulang tujuan hidup dan buatlah analisis secara realistis. Mengurangi stres, misalnya dengan menyalurkan hobi, belajar menerima keadaan, jujurlah pada diri sendiri. 

Mempersiapkan masa pensiun, menghargai diri sendiri, mencoba memilih satu kegiatan yang menarik sedini mungkin. Komunikasi-sosialisasi yang baik. Cobalah mencari dan menjadi sahabat yang baik dan setia. Belajarlah mengendalikan diri. Tidak perlu menjadi "superman". Banyak membaca buku. Jagalah kebugaran jasmani dengan olahraga rutin dan teratur, alternatif olahraga yang dapat dilakukan: jalan cepat, jogging, lari-lari, lompat, berenang, badminton, dansa, yoga, bersepeda, aerobik, Tai chi/Qi gong, senam Kegel. Hindari/hentikan rokok. Perbanyak mengonsumsi ikan laut atau minyak ikan minimal 2x seminggu. Usahakan berat badan ideal atau mendekati normal. Jangan sembarangan minum obat atau jamu. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika testis kemeng, kencing sakit (anyang-anyangen, Jawa), beser, ejakulasi dini, kencing mengejan atau tidak lancar.

Tahukah Anda?
Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15 % per tahun, dimulai pada usia 45 tahun.


[Sumber]

Tips Agar Tidak Ngemil

Ngemil berlebihan bisa dipicu oleh berbagai hal. Dimulai dari kadar gula darah rendah, stres, hingga masalah emosional lain.

Berikut ini langkah-langkah untuk menghentikan keinginan ngemil.

1.Jangan lewatkan waktu makan
Makanlah tiga kali sehari dan dua kali makan kudapan secara teratur. Usahakan jarak antara waktu makan dan snack tidak lebih dari lima jam. Ini berguna untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dan menghindari Anda dari rasa lapar yang hebat. Kadar gula darah yang rendah dan rasa lapar merupakan kombinasi berbahaya yang menyebabkan Anda makan berlebihan.

2. Pola makan gizi seimbang
Usahakan kandungan protein, lemak, dan karbohidrat pada setiap hidangan makan besar dan snack. Contohnya, bila biasa makan apel sebagai snack, tambahkan selembar roti gandum dan keju rendah lemak.

3. Bikin buku harian
Buku catatan mengenai pola makan sehari-hari ini akan mendeteksi pola makan Anda. Contohnya, mungkin Anda selalu ingin ngemil setiap sore setelah pukul 15.00. Ini bisa berarti Anda membutuhkan snack yang cukup untuk sore hari. Bisa juga berarti bahwa makan siang Anda belum cukup gizinya untuk memasok kebutuhan. Mungkin ini juga berarti Anda sedang sangat stres sehingga butuh istirahat sejenak.

4. Hindari diet rendah kalori
Diet yang kurang dari 1.200 kalori per hari akan menyebabkan keinginan ngemil karena pada dasarnya diet rendah kalori menyebabkan kelaparan. Penelitian membuktikan bahwa orang yang diet rendah kalori sering mengalami keinginan ngemil dan sehari-hari hidupnya dipenuhi dengan makanan. Jika tidak yakin dengan kebutuhan kalori yang tepat untuk Anda, konsultasilah pada dokter ahli gizi.

5. Jangan lupakan karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks seperti biji-bijian mengandung serat yang membantu menjaga kadar gula darah stabil. Kadar gula darah rendah telah disebutkan menyebabkan timbul keinginan ngemil.

6. Bersihkan lingkungan
Hindari pemicu keinginan ngemil di rumah atau kantor jika memungkinkan. Sudah pasti sulit menolak cokelat atau keripik kentang jika kedua makanan enak ini ada di sekitar kita. Semakin sedikit godaan di sekitar, semakin baik.

7. Jangan terlalu kaku
Tetaplah menikmati dessert dan snack kesukaan. Jika benar-benar berhenti makan makanan enak itu, Anda malah terobsesi terus. Dan ketika "pertahanan" jebol, Anda akan makan terlalu banyak.

8. Icip-icip sedikit saja
Biarkan diri mencicipi sedikit saja makanan enak seperti cokelat yang diingini. Jika ingin makan lebih banyak, cari cokelat rendah kalori.

9. Cari pengalih perhatian
Ketika keinginan ngemil datang, tunggu selama 15 menit sebelum benar-benar makan. Cobalah melakukan hal lain, seperti berjalan-jalan di luar sejenak atau mengobrol dengan rekan kerja. Kadang mengalihkan perhatian selama lima menit saja cukup untuk mengusir keinginan iseng ngemil.

Sumber: Kompas Health

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan suatu kondisi dimana tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah yang besar. Dehidrasi bisa jadi berbahaya jika terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa jika tidak ditangani secara tepat.

Apakah Penyebab Dehidrasi?
Dehidari terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara pemasukan cairan sangat kurang. Beberapa kondisi yang sering menyebabkan dehidrasi antara lain :

1. Diare
Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak anak mati setiap tahun karena dehidrasi akibat diare.

2. Muntah
Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum.

3. Berkeringat
Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi lingkungan yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. Bila keadaan ini berlangsung lama sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.

4. Diabetes
Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing sehingga penderita diabetes akan mengeluh sering kebelakang untuk kencing.

5. Luka bakar
Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan berlebihan pada pada kulit yang rusak oleh luka bakar.

6. Kesulitan minum
Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab rentan untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.

Tanda-tanda Dehidrasi
• merasa haus
• frekuensi buang air kecil turun
• kulit kering
• merasa letih
• kepala terasa ringan
• urin berwarna gelap

Pada anak-anak, tanda dehidrasi meliputi:
• mulut dan lidah kering
• saat menangis tidak ada air mata
• popok tidak basah dalam 3 jam atau lebih
• perut, mata dan pipi cekung
• demam tinggi
• lesu

Sumber: Original Article by Banu Aji


Artikel Terkait:
- Diare; Penyebab dan Terapi Diare
- Diare Pada Anak

Manfaat Buah Pepaya


Buah Pepaya adalah buah sangat bermanfaat, mulai dari buah, kulit, daun hingga bijinya. Daunnya mengandung enzym proteolytic yang memudahkan pencernaan.

Mengkonsumsi pepaya merupakan hal yang sangat yang sangat baik bagi tubuh. Salah satu manfaat buah pepaya adalah memperlancar proses pembuangan sisa metabolisme atau menghindari sembelit. Enzim papain sangat bagus untuk melunakkan daging, banyak masakan daging ayam, kambing, domba atau sapi yang di olah mengunakan pepaya muda atapun daunnya.

Pepaya mengandung banyak vitamin C dan betakoroten, selain sejumlah mineral. Karena kandungan vitamin C inilah pepaya juga dapat di manfaatkan untuk menghambat penuaan (sebagai antioksidan alami).

Ada pula yang berpendapat bahwa pepaya mengandung enzim yang baik bagi kesuburan pria. Selain bermanfaat untuk kelancaran sirkulasi darah dan kesehatan jantung.

Untuk memanfaatkannya kita dapat menggunakan blender dan lebih baik dan nikmat lagi di campur dengan buah lain. Semua itu sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dan lemak.

Yang perlu di perhatikan, jangan mencampurkan buah yan sangat manis karena bisa menaikkan kadar gula darah Anda.

Sumber



Artikel terkait:
- Diare; Penyebab dan Terapi Diare
- Diare Pada Anak

Tips Memilih Jamu yang Baik


Sering kita bingung saat berhadapan dengan beberapa pilihan jamu. Bagaimanakah cara memilih jamu yang baik? Semoga beberapa tips berikut dapat membantu anda.

Cara termudah untuk memilih jamu yang aman adalah membiasakan diri untuk bersikap teliti dan hati-hati. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengkonsumsi jamu:

1. Cermati kemasan
Keadaan fisik kemasan jamu turut menentukan kualitas dan keamanan jamu.Sebaiknya pilih yang kemasannya utuh, dan warna kemasannya tidak pudar. Warna kemasan yang pudar dapat menjadi indikasi jamu tersebut terlalu banyak terpapar sinar matahari, sehingga menurun kualitasnya. Selain itu, pastikan bahwa jamu yang Anda konsumsi mencantumkan nama jamu, nama produsen beserta alamatnya, logo (jamu, herba terstandar, atau fitofarmaka), nomor register (Dinas Kesehatan, IKOT, atau BPOM), komposisi bahan, indikasi, dan tanggal kadaluwarsa.

2. Perhatikan Bentuk
Meskipun tanggal kadaluwarsa masih cukup lama, pilihlah jamu yang kemasannya bersih, utuh, tidak kembung atau bocor, tidak berjamur, tidak lembab, serta tidak berubah bentuk atau warna. Pada jamu bubuk dalam kemasan, deteksi termudah adalah dengan meraba kemasannya. Jika menggumpal, itulah tanda bahwa jamu telah berubah bentuk.

3. Jangan terpengaruh rayuan manis iklan
Tidak ada satu jamu yang bisa mengobati macam-macam penyakit. Lagipula, efek satu jenis jamu terhadap setiap orang pun bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, waspadalah terhadap jamu yang mengklaim dapat menyembuhkan aneka penyakit sekaligus. Apalagi menggunakan kata-kata bombastis, serta memuat testimonial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

4. Jangan terlena
Sikap teliti juga harus tetap dilakukan setelah mengkonsumsi jamu. Cermati reaksinya. Jangan bersorak gembira dulu bila sekali minum, jamu langsung berefek cespleng. Amati perubahan yang muncul pada tubuh, sekecil apa pun. Misalnya nafsu makan yang meningkat drastis, mengantuk, denyut jantung meningkat, dan sebagainya. Jika mendapati hal yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera ke dokter.

[Sumber: Original Article by Bune]

Related Article:
- Jamu vs Gagal Ginjal
- Jamu yang Dicampur Obat Kimia
- Manfaat dan Sumber Vitamin A
- 6 Tips Jantung Sehat

Jamu yang Dicampur Obat Kimia


Kita mungkin pernah mendengar tentang adanya senyawa kimia (dari obat kimia) yang dicampurkan ke dalam jamu. Hal ini dapat membahayakan ginjal karena dikhawatirkan terjadi reaksi antara jamu dan obat sintetis yang -ternyata- saling bertolak belakang. Bisa-bisa terjadi reaksi komplikasi.

Cara Kerja Jamu
Menurut Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt., Guru Besar Departemen Farmasi UI (seperti dikutip dari Majalah Nirmala, 2008), masyarakat sering tertipu dengan "kemanjuran" jamu oplosan karena kurang memahami cara kerja jamu.

Cara kerja obat kimia adalah menekan gejala dan langsung membunuh sumber penyakit (bakteri, virus, jamur, dll). Sementara cara kerja jamu adalah merangsang dan memberdayakan sistem pertahanan tubuh. Hal ini membuat terapi dengan jamu membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan obat kimia.
Sebagai contoh; pada saat kita demam karena flu. Jika menggunakan obat kimia, obat akan bekerja secara langsung menurunkan demam di hipotalamus otak. Sedangkan jamu akan membangun sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi sehingga demam menjadi turun. Beberapa jamu mengandung herba yang memiliki senyawa aktif berkhasiat tertentu. 

Senyawa aktif tersebut bekerja mirip obat kimia, seperti mengatasi peradangan (antiinflamasi), melancarkan air seni (diuretik), menghilangkan rasa sakit (analgesik), dan membunuh bakteri (antibakteri). Bedanya, reaksi jamu dalam meredam gejala mungkin tidak sekuat obat kimia, sehingga memerlukan waktu lebih lama dan harus dikonsumsi dengan dosis tertentu.

Penggolongan Jamu
Jamu dapat digolongkan menjadi 3 kelompok berdasarkan status pengujiannya.
1. Jamu
Inilah jamu tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Dipasaran, biasa dijumpai dalam bentuk herba kering siap seduh atau rebus, juga dalam bentuk segar rebusan (jamu godhog) sebagaimana dijajakan para penjual jamu gendong. Demi alasan kepraktisan, kini jamu juga diproduksi dalam kapsul dan dalam bentuk pil siap minum. Pada umumnya, jamu dalam kelompok ini diracik berdasarkan resep peninggalan leluhur, dan belum diteliti secara ilmiah. Khasiat dan keamanannya dikenal secara empiris (berdasarkan pengalaman turun temurun).
2. Herba terstandar
Sedikit berbeda dengan jamu, herba terstandar umumnya sudah mengalami pemrosesan, misalnya berupa ekstrak dalam kapsul. Herba yang diekstrak tersebut sudah diteliti khasiat dan keamanannya melalui uji pra-klinis (terhadap hewan) di laboratorium. Disebut herba terstandar, karena dalam proses pengujiannya telah diterapkan standar kandungan bahan, proses pembuatan ekstrak, higienitas, serta uji toksisitas (untuk mengetahui ada tidaknya kandungan racun dalam herba tersebut).
3. Fitofarmaka
Fitofarmaka merupakan jamu dengan 'kasta' tertinggi karena khasiat, keamanan, bahan baku serta proses pembuatan telah diuji secara klinis pada manusia. Karena telah terbukti secara klinis itulah, jamu berstatus fitofarmaka dijual di apotek dan sering diresepkan dokter (Nirmala, 2008).

Jika dilihat dari kelompoknya, jamu yang dicampur bahan kimia pada umumnya berasal dari kelompok yang pertama, sebab jamu-jamu tersebut sebagian besar diproduksi secara industri rumah tangga. Dengan begitu, pengawasan dari sisi higienitas, standar bahan, dan keamanannya masih kurang sehingga memungkinkan terjadi kecurangan. Selain itu, jamu tersebut diproduksi dalam skala kecil dan dipasarkan dalam lingkup terbatas. Jamu juga tidak diwajibkan untuk memiliki izin atau nomor pendaftaran. Pada skala tertentu, barulah produsen jamu wajib mendaftarkan diri pada Dinas Kesehatan setempat atau terdaftar pada Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) yang saat ini harus menyertakan Apoteker dalam proses pengawasan produksinya. Sementara jamu yang dipasarkan secara luas, harus terdaftar pada Dinas Kesehatan dan memiliki izin dari BPOM.

Jadi, bersikap kritis dan tetap waspada terhadap peredaran jamu dipasaran merupakan sikap terbaik bagi para penggemar dan pengguna jamu. Bijak dalam memilih dan menggunakan jamu; asalkan pengolahan dalam pembuatan jamu dan mengkonsumsinya dengan benar, mau warnanya hitam dan rasanya pahit sekalipun, asalkan disertai gaya hidup sehat (misal minum air putih), maka jamu aman digunakan. Let’s back to the nature!!

Sumber: Another Original Article by Bune.

Jamu vs Gagal Ginjal


Apa itu Jamu?
Jamu, terutama jamu gendong adalah fenomena yang sangat terkenal di Indonesia, tetapi dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. Dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah yang mempunyai khasiat obat. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Di berbagai kota terdapat penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago, dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini disebut jamu instan, harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul (wikipedia.org).

Tudingan yang sering muncul terhadap jamu adalah: minum jamu menyebabkan gagal ginjal! Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: aman gak sih minum jamu paitan (jamu pahit)?

Ginjal (Kidney)

Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi sebagai alat filtrasi (penyaringan), mengeluarkan kelebihan garam, air, asam, membuang atau mengatur elektrolit seperti K, Ca, Mg, PO4, dan sisa metabolisme tubuh. Ginjal juga bertugas melakukan sekresi untuk menghasilkan EPO yang berfungsi mengatur Haemoglobin darah (HB), aktivasi vitamin D untuk kesehatan tulang, serta mensekresi renin untuk mengatur tekanan darah. Kerusakan pada jaringan ginjal disebabkan oleh racun-racun yang masuk melalui mulut, penghancuran jaringan otot. Maka racun-racun harus dihindari agar tidak terjadi kerusakan ginjal (ginjalinfo.com).

Nah, dengan menilik kandungan dan khasiat jamu serta fungsi ginjal diatas, maka minum jamu akan berbahaya bagi kesehatan ginjal jika diminum melebihi dosis wajar dan atau tanpa disertai minum air dengan jumlah yang cukup (air putih lebih baik). Ingat bahwa fungsi ginjal adalah membuang air, sisa cairan dan metabolit didalamnya dengan menyaring darah yang tersuplai ke ginjal. Jika tidak disertai dengan kebiasaan banyak minum (kebutuhan air putih untuk tubuh adalah 1,5 L/hari), bisa dibayangkan darah yang dialirkan ke ginjal untuk disaring dan dibuang akan berkonsentrasi tinggi / pekat. Ditambah lagi dengan adanya senyawa metabolit jamu. Ginjal bisa rusak jika menyaring cairan dengan konsentrasi tinggi secara terus menerus.

Kesimpulannya, minum jamu -yang paling pahit sekalipun- tidak merusak ginjal asal tidak melebihi dosis wajar dan tetap minum air putih dengan jumlah cukup.

Sumber: Original article by Bune.

Related Article:
Jamu yang Dicampur Obat Kimia

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More